Archive | Uncategorized RSS feed for this section

My Own Digital Business

12 Dec

“Adventurous Simulation”

Apa itu “Adventurous Simulation”?

Sebenarnya gue ini tipe orang yang suka dengan tantangan atau hal baru yang bersifat mentang nyawa, tetapi tidak berani untuk mengambil resiko. Seperti  contohnya gue pengen banget bisa parachuting atau kegiatan lain yang menantangng nyawa. Tapi sampe sekarang ga berani karena takut mati. Hahaha..

Maka dari itu gue berniatan untuk membuat sebuah software yang berisi simulasi kaya kita beneran lagi ngejalanin kegiatan itu. Kurang lebih kaya game, tetapi lebih ke-real time gaming. Nantinya game tersebut berisikan kegiatan-kegiatan seperti sky surfing, parachuting, etc. Software tersebut juga akan dilengkapi dengan hardware seperti kacamata 3D simulation (atau bahkan lebih real) dan kostum yang akan membuat pengguna lebih merasakan  adrenaline pumps tetapi dengan cara yang aman tentunya.

Dengan adanya software/game simulation ini, customer bisa melakukannya dimana saja, bisa di rumah, kosan atau kantor, atau dimanapun. Karena hardwarenya nanti akan menggunakan rechargeable battery.

Dibawah ini adalah business modelnya :

Advertisements

What kind of knowledge or experience have you obtained from the Creativity and Innovation course?

12 Dec

Setelah mengikuti kuliah CI dari SBM. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan. Terutama dalam mengembangkan kreativitas dan Innovasi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, pola berfikir saya jadi lebih kreatif dalam memecahkan suatu masalah. Terlebih lagi kuliahnya yang Fun. Berfikir out-of-the-box sudah pasti saya dapatkan dari pelajaran ini.

Tugas-tugas yang diberikan untuk menulis di blog juga mengajarkan mahasiswa agar dapat menuangkan ide-ide kreatifnya dalam tulisan-tulisan tersebut. Sebenarnya, pada awal perkuliahan saya merasa aneh, “lah kok tugasnya bikin blog?” ternyata ada maksud dan tujuan tersendiri dalam pembuatan blog tersebut. Yang tidak lain adalah untuk melatih mahasiswa untuk menunangkan ide kreatifnya yang mungkin selama ini terpendam.

Akhir kata, saya ucapkan banyak terimakasih kepada Paman Apiq dan Kak Bayu selaku pengajar  mata kuliah Crative and Innovation ini.

Berbagai macam nama dalam geng motor

6 Dec

Confucius alias rencana “membingungkan” geng motor lainnya. Maksudnya membingungkan disini itu ngacak-ngacak daerah kawasan geng motor lain dengan mengatas namakan geng motor daerah sana. Yaa ala-ala kamuflase laah. Geng motor yang mau diincer tuh komplotan geng motor daerah pecinan yaitu geng motor Tsai Lun.  Rencananya malem minggu depan daerah itu bakalan diserang.

Akhirnya malam yang dinanti pun tiba. Geng motor Buddha beserta 20 anggota komplotannya menyerang daerah target operasi.

Ngeeeeeeng brumm brummm…

Penyeranganpun berlangsung…

Setelah target operasi berhasil diacak-acak. Keesokan harinya Insperktur Johan Guttenberg menyisir daerah TKP untuk menemukan pelaku.

“Lapor Pak! Berdasarkan bukti-bukti forensik yang ditemukan, diduga bahwa pelaku adalah komplotan geng motor Tsai Lun!” ujar Kapten Christoper “Christie” Colombus.

“Akan tetapi, hal tersebut tidak mungkin, geng motor Tsai Lun terkenal sangat menjaga daerah kekuasaannya. Tidak mungkin mereka bertindak gegabah dengan menyerang daerah jajahannya sendiri” Kapten Albert Einstein menimpali.

“Jangan terlalu cepat menyimpulkan, lebih baik kumpulkan bukti-bukti yang ada terlebih dahulu untuk di analisa lebih lanjut” ujar inspektur Johan.

Sementara itu di markas geng motor Tsai Lun terjadi keributan.

“Siapa yang bertanggung jawab atas kejadian semalam?” ujar Tsai Lun

“Tidak mungkin salah satu diantara kita berkhinat, Boss!” Ujar Louis “Jagger” Pasteur sebagai ketua divisi persenjataan.

“Ada beberapa kemungkinan Boss. Anggota geng Galileo-Galilei, Aristotle, Eucid, atau Buddha!” ujar Moses.

“Kemungkinan geng Eucid untuk melakukan serangan Conficius sangat kecil. Bukankah kita telah membuat perjanjian daerah?” Ujar Charles Darwin.

“Kemungkinan bisa sangat luas, lebih baik kita adakan penyelidikan dengan menggali informasi lebih lanjut tentang kejadian semalam” ujar Tsai Lun.

Beberapa hari setelah kejadian…

“Lapor pak! Pelaku penyerangan daerah pecinan telah ditemukan, mereka berasal dari geng motor Buddha yang melakukan operasi Confucius!” Lapor kapten Christopher Colombus

“Segera lakukan penyergapan di markas mereka! Kirim pasukan juga untuk menyisir daerah sekitar markas mereka!” Perintah Inspektur Johan.

Tidak berapa lama kemudian, setelah menyusuri daerah Shih Huang Ti mereka kembali dengan tangan hampa.

“Lapor Inspektur, kami tidak dapat menemukan jejak geng motor Buddha dalam daerah target!” ujar letnan August Caesar.

“Memang mereka tidak berada di daerah yang dituju, barusan kami mendapat informasi dari inspektur Niocholas Copernicus dari luar daerah bahwa mereka menemukan seluruh anggota geng motor Buddha dan Tsai Lun telah tewas di bantai oleh seseorang. Pelaku meninggalkan sebuah surat yang berisikan ancaman kepada geng motor lainnya, dia menamai dirinya sebagai…

Antoine-Laurent Lavoisier

Cucu nya Mbah Google nih

6 Dec

Cucu nya Mbah Google?

Beberapa waktu lalu gue pernah ngebahas bisnis model tentang produk De$i. Sekarang gue dikasih tugas buat bikin bisnis model buat Google Goggles. Apaan tuh Google Goggles? Cucunya mbah gugel ya?

 

Google Googles itu aplikasi baru dari Google yang menawarkan search engine dengan input foto. Kalo selama ini mbah gugel pake keywords buat browsing, cucu nya ini cukup pake foto yang bisa di jepret langsung dari smartphone yang ada aplikasi ini, trus Google Goggles nantinya akan mencari gambar apa yang dimasukan sebagai input tersebut.

Agak susah kalo dijelasin pake kalimat memang, biar lebih kebayang, check this video out.

 

 

Berhubung aplikasi ini terhitung innovasi baru dari Google, mahasiswa CI ditantang untuk membuat bisnis model buat cucunya mbah gugel ini.

Ni dia hasil karya bisnis model Google Goggles bikinan gue dari segi pemanfaatan di bidang fashion :

Manfaat dari Google Goggles itu luas banget. Kalo disini gue bikin bisnis modelnya dari segi fashion, sebenernya banyak banget bisnis model yang bisa dikembangin dari Google Goggles ini.

Kalo gue ya suka males kalo mau belanja baju ke toko offline gitu. Kalo mau belanja online juga suka males mau liat-liat koleksinya, kan banyak banget online shop dan belum tentu pas sama selera mode kita. Paling ya kalo gue suka sama satu baju yg ada dimajalah, baju itu gue foto, trus baru gue cari di toko-toko yang kira-kira menjual baju yang kaya gue suka.

Nah, dengan adanya Google Googles tinggal foto baju itu, trus ketemu toko mana yang jual baju tersebut. Dari search resultnya seharusnya pake pricetag dan info-info lain atau ga suggestion buat tipe baju yang kurang lebih setipe. Supaya memudahkan customer dalam menentukan pilihan.

Nantinya Goggle Goggles mengadakan kerjasama dengan fashion retail store, contohnya kaya ZARA, Mango, HnM, etc. Selain dari fashion reatiler, ga menutup kemungkinan bisa berkembang ke produk-produk selain produk fashion.

Keuntungannya, Google Goggles bisa mendapatkan revenue dari advertising dari retailer yang bekerjasama. Google Goggles juga bisa mendapatkan revenue dari pay per click dari retailer untuk setiap produk yang di search. Selain itu Google Goggles juga bisa mendapatkan keuntungan dari pembelian aplikasi ini dari application store Smartphone.

Untuk cost, hanya seputar aplikasi update dan maintenance dari Google Googles. Resouces nya sudah jelas yaitu para genius dibalik perusahaan Google. Channel yang digunakan adalah smartphone dan website.

Nanti nya mungkin Google Goggles bisa digunakan untuk pencarian orang yang hilang melalui foto yang terkoneksi dengan google map.

Yaa, mungkin saja.

De$i – “Tinggal tit!, Langsung Debit!”

6 Dec

Bisnis model. Apa sih sebenernya bisnis model itu?

Menurut mbah google, bisnis model itu istilah yang dipakai untuk ruang lingkup luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis, termasuk mencakup maksud dan tujuan, apa-yang-ditawarkan, strategi, infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta kebijakan-kebijakan dan proses-proses operasional.

Nah, kali ini gue mau sharing tentang apa itu bisnis model beserta contoh nya biar makin jelas maksudnya.

Waktu kuliah Creative and Innovation , mahasiswa kelas CI dikasih tugas buat bikin satu bisnis baru di bidang Telekomunikasi, Website, sama satu lagi gue lupa. Nah kelompok gue milih di bidang Telekomunikasi. Setelah brainstorming muncul beberapa ide kaya bikin social network baru khusus pekerja, tapi kaya nya ga asik kan. Trus akhirnya … Jeng Jeeeeng! Muncul sebuah ide briliant dari otak gue. Yaitu penggabungan SIM card hp dengan kartu Debit.

Kenapa sih kok SIM card + debit card?

Kalian sering ga sih ngalamin yg namanya ketinggalan dompet? Mau bayar ini itu jadi susah kan. Menurut survey yg pernah gue baca, di inggris kecenderungan orang buat mengambil handphone yang tertinggal lebih tinggi  dari pada kecenderungan untuk mengambil dompet. Mayoritas dari kalian juga pasti berfikiran demikian.

Oh no! I left my BB on my desk, I should go back right now!” (padahal udah dijalan dan jalanan lagi macet-macetnya sampe dibela-belain menembus kemacetan, Like a Boss).

Berawal dari latar belakang tersebut maka lahirlah De$i. Tag linenya “Pake De$i, tinggal Tit, langsung Debit!’. Duh maaf ya agak alay-alay gitu pake $ segala 5oaLnYa KaN biYar Ke5aN Uan9nYa leBiH TeRliHaT. Eh jadi alay. Stop.

Apa sih keunggulannya si De$i ini?

De$i ini bisa main sinetron, nyanyi tenda biru, juga bisa disebut miss no comment, malahan jadi ngomongin orang kan, sebut saja desi….ratnasaritem.

Aaahh back to topic dong, please.

Keunggulan nya si De$i ini, jelas, menawarkan simplicity dalam sistem pembayaran. Kalian ga harus bawa dompet, ATM card atau flash card sebagai alat pembayaran. Cukup bawa smartphone aja.

Trus cara kerjanya gimana?

Pertama-tama, kelompok kami sebagai company penyedia teknologi De$i akan mengajukan offering ini ke perusahaan telekomunikasi. Misalkan Telkomsel, nanti kita adakan kerjasama bareng telkomsel. Jadi setiap pengguna kartu telkomsel bisa menggunakan jasa De$i dengan syarat dan prosedur tertentu. Syarat untuk pengguna telkomsel, cukup aplikasi ke gerai telkomsel terdekat dengan memberikan nomor account Bank anda. Bank disini tentunya bank yang menjalin kerjasama dengan pihak telkomsel dan company kita tentunya. Bukan Bang Toyib atau Bang Mandra. Setelah aplikasi berhasil, gampang deh, tinggal tit, langsung debit!

Selain kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi seluler dan bank, kita juga mengadakan kerjasama dengan retail store atau toko-toko yang bersedia menggunakan layanan pembayaran via De$i. Nantinya kita sebagai penyedia jasa De$i juga menyediakan alat scanner untuk debit simcard tersebut.

Trus setelah proses tersebut diatas, pengguna kartu telkomsel yang sudah terdaftar, bisa melakukan pembayaran di toko yang menggunakan De$i. Tinggal dekatkan smartphone anda ke scanner sampai berbunyi tit! Maka sejumlah uang sesuai dengan pembayaran akan langsung di debit dari account bank anda.

Wuih daritadi canggih banget nih kayanya penjelasan panjang lebar gitu. Kan di awal mau ngomongin soal bisnis modeeell kok malah jadi De$i????

Harap tenang para pembaca yang budiman. Penjelasan diatas adalah penjelasan bisnis model dari De$i yang table bisnis modelnya bisa di liat di bawah ini.


courtesy http://www.xxxxiixx.wordpress.com

Kesimpulannya, bisnis model itu berisikan tentang apa produk yang kita tawarkan, siapa customernya, bagaimana profit dan costnya dan channel dan resources yang berhubungan dengan produk itu in a big picture.

Dari penjelasan gue tentang De$i diatas kalian bisa simpulin kan tentang chanel, resources, dll nya?

Hehehe..

Okay sampai disini dulu perjumpaan kita, takdir memang kejam pedih nian perasaan harus berpisah pada post kali ini. Lanjut lagi yak di pembahasan yang lain.

Last words, biar kalian makin inget sama De$i.

“De$i, Tinggal tit, Langsung Debit!”

Hidup ala Pak Budi Raharjo

6 Dec

Siapa ya Pak Budi Raharjo?

Beliau pernah menjadi guest lecturer di kelas CI. Waktu itu gue sebenernya ga terlalu merhatiin apa yang beliau sampaikan, soalnya gue lagi asik cekikikan dipojokan sambil 9gagging. Ha..Ha..Ha..

 

Ni dia Om Budi

Menurut catetan seadanya yang gue punya, Pak Budi mengalami tiga tahapan dalam hidupnya, yaitu :

  • Globalisasi 1.0
  • Globalisasi 2.0
  • Globalisasi 3.0

Ini Budi. Budi mengalami peningkatan tahapan hidup. Ibu menanak nasi. Ayah membaca koran. Adik bermain bola. Ga tau kenapa kalo denger nama Budi jadi keinget latihan membaca waktu SD.

Lalu, apa itu globalisasi bertingkat-tingkat gitu kakaaak?

Secara keseluruhan, globalisasi yang dimaksud diatas adalah aktualisasi diri. Aktualisasi diri yang telah dialami Pak Budi semasa perjalanan hidupnya.

Globalisasi 1.0 itu berhubungan dengan tempat tinggal. Dimana orang tersebut berasal, akan membentuk karakter dan sifatnya. Seperti contohnya orang yang berasal dari pedesaan tentunya akan mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan warga kota.

Globalisasi 2.0 itu berhubungan dengan aktualisasi dalam dunia kerja. Bagaimana kita mengupdate diri dengan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja disekitar kita.

Globalisasi 3.0 itu yang paling canggih. Yaitu aktualisasi diri dari diri sendiri. Karena pada dasarnya, yang paling esensial dalam perubahan individu itu berasal dari dirinya sendiri. Bukan dari lingkunga tempat tinggal atau lingkungan kerja. Dari diri sendirilah seala sesuatu dapat berubah, terutama untuk aktualisasi diri ke arah yang lebih positif.

Selain itu Pak Budi juga mengajarkan untuk mrngerjakan segala sesuatu berdasarkan passion dan niat. Apa yang senang kita lakukan, maka lakukanlah. Quote nya dari Pak Budi “lakukanlah pekerjaan dengan hati”. Pak Budi juga mengutip quote dari Picasso “Good artist copy, great artist steal”.

Kesimpulan yang gue dapet dari kuliah kali ini, setiap diri manusia harus ada aktualisasi diri yang bertahap. Lakukan segala sesuatu dengan hati, and last but not least, be as creative as possible.

Sedikit tambahan Pak Budi mempunya web-nya sendiri, yang beralamat di:

Web: http://www.budi.insan.co.id
Blog: http://www.gbt.blogspot.com dan http://www.rahard.wordpress.com

Mahasiswa dan CI

11 Oct

Peluang, prospek, dan kesempatan bagi mahasiswa yang creative dan innovative (CI), sangat luaaaasss.

Contohnya maicih. Siapa si yg bakal kepikiran kalo keripik singkong yang dulunya cuma 500perak sebungkus bisa bikin seorang mahasiswa jd milyarder?

Bermodalkan ide-ide yang sangat “CI”, maicih sukses dipasaran mengalahkan kripik-kripik singkong biasa yang mungkin sering kita temui di toko oleh-oleh.

Nah itu contoh nya.

Kalo lebih realnya, apa sih peluang atau kesempatan yg bakal gue dapetin kalo gue mahasiswa yang CI banget?

Karena gue mahasiswa yg ngambil kuliah CI, seenggaknya dapet nilai A lah, kalo gue bisa se-CI mungkin.

Prospek, Peluang dan Kesempatan

Merhatiin ga sih kalo belakangan ini creative industry lg berkembang banget? Makin lama orang dituntut untuk CI. Menciptakan sesuatu yang baru, merubah pola pikir dangayahidup masyarakat dengan ide-ide yang CI. Industry creative akan semakin berkembang seiring dengan kebutuhan manusia. Karena prospek yg besar, sudah pasti kesempatan terbuka luas untuk orang-orang yang CI.

Hambatan

Nah kan sekarang udah tau peluang dan kesempatan. Trus, hambatannya apa?

Berdasarkan survey gue terhadap beberapa mahasiswa di bandung, jakarta dan lintas benua, survey membuktikan bahwa 3 faktor utama yg menghambat mahasiswa untuk bisa jadi CI adalah :

1. Takut mengambil resiko

2. Dimanjakan oleh teknologi

3. Berada di lingkungan yang tidak menuntut untuk menjadi CI

Solusi nya apa dooooongg??

  1. Berani mengambil resiko. Buat yg satu ini ada quote favorite gue “The best things in life don’t happen unless you take risks.” Ga ada salahnya mencoba hal baru. Ga ada kata gagal. Menurut gue, gagal itu kesempatan kita belajar buat mencapai sukses.
  2. Jangan terlalu terbuai oleh indahnya dunia ini dengan teknologi. Memang teknologi bikin hidup kita serba mudah. Ga ada salahnya lo matiin bb sehari aja buat brainstorming hal-hal yang berbau CI. Santai-santai di pantai sambil brainstorming juga bisaaa
  3. Kalo emang lo berada di “comfort zone” yang bikin lo jadi males berfikir CI. Ada kala nya lo terpaksa harus keluar dr comfort zone. Balik lagi ke point 1. Harus berani ambil resiko.

Kesimpulannya, kalo mau mendapat keuntungan dari CI, jangan takut untuk memulai. Karena sesuatu ga akan ada artinya kalo ga di mulai dengan action.

Jadi.. ayo buat diri kamu se-CI mungkin!